DPKH Kaltim Dorong Rumah Pakan Desa Loleng Kerek Produksi dari 20 Ton ke 200 Ton per Bulan

DPKH Kaltim Dorong Rumah Pakan Desa Loleng Kerek Produksi dari 20 Ton ke 200 Ton per Bulan
DPKH Kaltim memastikan pendampingan teknis di Rumah Produksi Pakan Ternak Desa Loleng berjalan berkala untuk menekan biaya produksi peternak.

SAMARINDA — DPKH Kaltim memastikan pendampingan teknis di Rumah Produksi Pakan Ternak Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, berjalan berkala. Fokus utamanya adalah menekan biaya produksi peternak yang selama ini membengkak hingga 70 persen untuk kebutuhan pakan.

Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno menegaskan, pengawasan mutu pakan menjadi kunci efisiensi usaha peternakan di daerah.

"Biaya pakan menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi usaha peternakan," kata Arief di Samarinda, Sabtu.

Produksi Baru 10 Persen dari Kapasitas Mesin

Rumah produksi di Desa Loleng saat ini aktif memproduksi pakan ayam petelur dengan volume 20 ton per bulan. Namun, DPKH Kaltim menilai angka tersebut masih jauh dari kapasitas maksimal mesin pengolahan yang mampu menghasilkan hingga 200 ton pakan setiap bulannya.

Selisih kapasitas itu menjadi peluang besar bagi peternak di wilayah sekitar. Arief menyebut permintaan pakan di Kaltim terus tumbuh, sehingga optimalisasi fasilitas ini bisa menekan harga konsentrat yang kerap fluktuatif.

Hambatan Utama: Pasokan Bahan Baku Lokal

Tantangan terbesar pengembangan hilirisasi pakan di desa tersebut bukan pada mesin, melainkan keterbatasan pasokan bahan baku yang berkelanjutan di tingkat lokal. DPKH Kaltim mendorong pengelola untuk mengoptimalkan ketersediaan bahan baku berkualitas dari sekitar.

"Untuk menjaga kontinuitas produksi, kami terus mendorong optimalisasi ketersediaan bahan baku lokal yang berkualitas serta memperkuat tata kelola manajemennya," ujar Arief.

Edukasi Pengawasan Mutu dan Sanitasi Produksi

Dalam pendampingan tersebut, petugas mengedukasi pengelola mengenai pengendalian mutu bahan baku, ketepatan formulasi, prosedur sanitasi, hingga penyimpanan pakan yang benar. Pencatatan proses produksi secara tertulis juga menjadi perhatian agar mutu bisa diaudit.

Pengawasan ini ditopang 25 petugas Pengawas Mutu Pakan DPKH Kaltim yang tersebar di 10 kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

Arief menambahkan, optimalisasi rumah produksi pakan terstandar ini menjadi solusi nyata untuk mendorong kemandirian peternak lokal sekaligus menstabilkan harga pakan konsentrat di pasaran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index