EKONOMI360.ID — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah lebih dari 60.000 tabung LPG 3 kilogram di Kota Makassar sepanjang pertengahan September 2026. Penambahan dilakukan bertahap untuk menjaga ketersediaan elpiji bersubsidi di tingkat pangkalan.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo menyatakan penambahan dilakukan secara bertahap, mulai dari 50 persen hingga 100 persen di atas rata-rata harian.
Bertahap Sejak 10 September
Pada 10-12 September, penyaluran ditambah 50 persen dari rata-rata harian. Tambahan dengan jumlah sama kembali dilakukan pada 13 September.
Memasuki 14-17 September, pasokan dinaikkan menjadi 100 persen di atas rata-rata penyaluran harian. Pola bertahap ini dipilih agar distribusi di tingkat agen dan pangkalan tetap terkendali.
"Kami terus memperkuat penyaluran LPG 3 Kg di Kota Makassar. Penambahan ini kami lakukan secara bertahap, mulai dari 50 persen pada 10-13 September, kemudian kami tingkatkan menjadi 100 persen di atas rerata harian pada periode 14-17 September," kata Okky, dikutip dari Antara, Sabtu, 19 September.
Pengawasan Jalur Distribusi Resmi
Pertamina berkoordinasi dengan agen dan pangkalan agar tambahan pasokan disalurkan lewat jalur distribusi resmi. Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan LPG 3 kg di masyarakat tetap terjaga.
"Kami terus memantau kondisi penyaluran bersama agen dan pangkalan. Tambahan pasokan ini kami harapkan dapat memperkuat ketersediaan LPG 3 Kg di tingkat masyarakat," ujarnya.
Masyarakat diimbau membeli LPG 3 kg sesuai kebutuhan dan melalui pangkalan resmi. Produk ini merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang berhak sesuai ketentuan.
Respons atas Kebutuhan Warga
Langkah penambahan pasokan menyasar rumah tangga dan usaha kecil pengguna elpiji melon di Makassar. Ketersediaan di pangkalan menjadi kunci agar warga tidak kesulitan mendapatkan tabung bersubsidi.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan penyaluran akan terus disesuaikan dengan kondisi kebutuhan di Makassar. Penyesuaian dilakukan mengikuti dinamika permintaan harian di lapangan.