Harga Ayam Ras

Harga Ayam Ras Stabil Menjelang Ramadhan, Pasokan Pangan Terjamin

Harga Ayam Ras Stabil Menjelang Ramadhan, Pasokan Pangan Terjamin
Harga Ayam Ras Stabil Menjelang Ramadhan, Pasokan Pangan Terjamin

JAKARTA - Menjelang bulan Ramadhan 1447 Hijriah, harga daging ayam ras di pasar domestik mengalami fluktuasi yang cukup signifikan, dengan beberapa pasar melaporkan lonjakan harga hingga mencapai Rp45.000 per kilogram. 

Meskipun demikian, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa harga ayam ras secara rata-rata di tingkat nasional tetap terkendali. 

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) pada 13 Februari 2026, harga rata-rata ayam ras tercatat sebesar Rp40.259 per kilogram.

Pernyataan Mendag ini bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat agar tidak mudah khawatir dengan berita-berita harga tinggi yang beredar. 

Meskipun ada laporan harga ayam yang menembus angka Rp45.000 per kilogram, Budi menjelaskan bahwa angka tersebut bukan merupakan representasi harga rata-rata nasional. 

Harga ayam di pasar lain bahkan masih berada di bawah angka Rp40.000, menunjukkan adanya variasi harga yang dipengaruhi oleh lokasi dan kondisi pasar setempat.

Faktor Penyebab Lonjakan Harga di Beberapa Daerah

Meskipun harga ayam secara nasional cenderung stabil, beberapa pasar di sejumlah daerah menunjukkan harga yang lebih tinggi. Hal ini mendorong pemerintah untuk menelusuri penyebab lonjakan harga tersebut. 

Budi Santoso menjelaskan bahwa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga ayam adalah peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan, khususnya Ramadhan.

Seiring mendekatnya bulan puasa dan Lebaran, permintaan akan komoditas pangan seperti daging ayam biasanya meningkat tajam. Hal ini mengharuskan pemerintah untuk segera melakukan antisipasi agar lonjakan permintaan tidak berujung pada kenaikan harga yang tidak terkendali. 

Meskipun ada peningkatan permintaan, Mendag menekankan bahwa pasokan ayam dalam kondisi yang cukup dan tidak ada gangguan signifikan pada produksi ayam, termasuk faktor harga pakan.

Upaya Pemerintah dalam Menjaga Kestabilan Pasokan dan Harga

Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan), Polri, serta pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan pasokan pangan di seluruh pasar Indonesia. 

Pemerintah juga memanfaatkan sistem SP2KP untuk memantau pergerakan harga komoditas pangan secara real-time, guna memastikan kestabilan harga di seluruh wilayah Indonesia.

Budi menambahkan bahwa meskipun ada fluktuasi harga di beberapa pasar, pihaknya memastikan pasokan pangan tetap tersedia dengan baik. Bahkan, pemerintah optimistis dapat menjaga kestabilan harga selama Ramadhan, sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa harus menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang signifikan.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan harga ayam untuk tetap berada di kisaran harga acuan pembelian (HAP) dan harga eceran tertinggi (HET). Hal ini bertujuan untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama di tengah-tengah kebutuhan pangan yang meningkat pada bulan suci Ramadhan.

Peran Pemantauan Pasar dalam Menjaga Kestabilan Harga

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, pemerintah tidak hanya mengandalkan data dari SP2KP tetapi juga terus melakukan pemantauan langsung di pasar-pasar. Kolaborasi antara Kemendag, Bapanas, Polri, serta instansi terkait lainnya memastikan bahwa distribusi pangan tidak terganggu dan harga dapat dikendalikan dengan baik.

Kementerian Perdagangan juga mencatat bahwa harga telur ayam ras pada 13 Februari 2026 tercatat rata-rata nasional Rp30.570 per kilogram, dengan harga yang lebih rendah di beberapa daerah seperti Sukoharjo yang tercatat Rp28.000 dan Palembang Rp29.000 per kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada lonjakan harga di beberapa daerah, secara keseluruhan harga bahan pangan tetap terkendali.

Selain itu, pemerintah terus memantau distribusi pangan untuk memastikan tidak ada hambatan yang terjadi, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Ramadhan dan Lebaran. 

Upaya tersebut termasuk menjaga ketersediaan barang di pasar serta mengatasi masalah yang mungkin timbul dalam jalur distribusi pangan.

Optimisme Pemerintah untuk Menjaga Ketersediaan dan Harga Pangan Selama Ramadhan

Dengan berbagai langkah yang telah diambil, pemerintah optimistis bahwa kestabilan harga pangan akan tetap terjaga, meskipun permintaan menjelang Ramadhan diprediksi meningkat. Upaya pencegahan lonjakan harga ini penting untuk menjaga kestabilan ekonomi dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.

Melalui pemantauan yang intensif dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait, pemerintah berharap dapat menghadapi tantangan harga pangan dengan lebih efektif dan memastikan bahwa masyarakat tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga yang tidak wajar. 

Sehingga, kebutuhan pangan dapat dipenuhi dengan harga yang terjangkau, dan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan nyaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index