Dana Pensiun

Aset Dana Pensiun 2026 Diproyeksi Tumbuh Hingga 12 Persen

Aset Dana Pensiun 2026 Diproyeksi Tumbuh Hingga 12 Persen
Aset Dana Pensiun 2026 Diproyeksi Tumbuh Hingga 12 Persen

JAKARTA - Optimisme terhadap masa depan industri dana pensiun nasional kembali menguat menjelang 2026. 

Proyeksi pertumbuhan aset yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK dinilai mencerminkan fondasi industri yang semakin kokoh, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. 

Kondisi ini turut ditangkap oleh pelaku industri sebagai momentum untuk memperkuat strategi bisnis dan memperluas basis kepesertaan.

OJK memperkirakan aset dana pensiun dapat tumbuh di kisaran 10% hingga 12% secara year-on-year pada 2026. Proyeksi tersebut menjadi sinyal positif di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis. 

Dana Pensiun Lembaga Keuangan atau DPLK Avrist menilai outlook tersebut mencerminkan fundamental industri dana pensiun yang kian solid dan berpeluang tumbuh berkelanjutan.

Ketua Pengurus DPLK Avrist, Firmansyah, menyampaikan bahwa optimisme regulator tersebut tidak lepas dari sejumlah faktor struktural yang terus membaik. 

Mulai dari peningkatan literasi keuangan, dukungan kebijakan regulator, hingga stabilitas makroekonomi yang relatif terjaga menjadi pendorong utama prospek pertumbuhan aset dana pensiun ke depan.

Optimisme Terhadap Prospek Dana Pensiun

Firmansyah menuturkan bahwa proyeksi OJK sejalan dengan pengamatan internal DPLK Avrist terhadap perkembangan industri dana pensiun. 

Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menyiapkan dana pensiun sejak dini terus mengalami peningkatan, baik di segmen korporasi maupun individu.

Selain itu, kebijakan regulator yang mendukung pengembangan industri dana pensiun turut memberikan ruang bagi pertumbuhan yang lebih sehat. Stabilitas makroekonomi juga dinilai menjadi faktor penting yang menjaga kepercayaan masyarakat untuk menempatkan dana jangka panjang di instrumen pensiun.

“Adapun, faktor utama yang kami lihat berpotensi mendorong pertumbuhan aset dana pensiun pada 2026 antara lain peningkatan literasi dan inklusi keuangan, perluasan basis kepesertaan khususnya di segmen non-korporasi, optimalisasi kanal digital, serta kinerja investasi yang tetap dikelola secara prudent dan berorientasi jangka panjang,” jelasnya.

Pandangan ini mempertegas bahwa pertumbuhan aset dana pensiun tidak hanya bergantung pada kondisi pasar, tetapi juga pada strategi edukasi dan perluasan akses yang dilakukan oleh pelaku industri.

Strategi DPLK Avrist Menangkap Peluang

Untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan tersebut, DPLK Avrist menyiapkan sejumlah langkah strategis. Firmansyah menyebutkan bahwa perusahaan akan tetap fokus pada penguatan distribusi berbasis kolaborasi dengan berbagai mitra, baik dari kalangan korporasi maupun institusi lainnya.

Pendekatan konsultatif juga menjadi salah satu fokus utama, terutama bagi peserta korporasi yang membutuhkan solusi pensiun yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan karyawannya. 

Di sisi lain, DPLK Avrist juga mengembangkan solusi pensiun yang lebih personal bagi individu, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap perencanaan keuangan mandiri.

Selain penguatan distribusi, transformasi digital turut dipercepat untuk mendukung kemudahan akses layanan. Digitalisasi diharapkan dapat mempermudah proses onboarding, pengelolaan kepesertaan, serta meningkatkan keterlibatan peserta dalam jangka panjang.

Langkah ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang semakin akrab dengan layanan digital, sekaligus memperluas jangkauan layanan dana pensiun ke segmen non-korporasi.

Pendekatan Investasi Yang Prudent

Dari sisi pengelolaan dana, DPLK Avrist menegaskan komitmennya untuk tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Firmansyah mengatakan bahwa strategi investasi akan difokuskan pada diversifikasi portofolio yang optimal guna menjaga stabilitas hasil pengelolaan dana.

Pendekatan prudent ini dinilai krusial mengingat dana pensiun merupakan instrumen jangka panjang yang menuntut konsistensi dan pengelolaan risiko yang cermat. Dengan portofolio yang terdiversifikasi, perusahaan berupaya meminimalkan volatilitas sekaligus menjaga potensi imbal hasil yang berkelanjutan.

“Kemudian juga menyediakan layanan kepesertaan dengan kualitas yang tinggi dan keterbukaan untuk bisa terus memberikan kepercayaan masyarakat,” sebutnya.

Kualitas layanan dan transparansi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan peserta. Dengan kepercayaan yang terjaga, industri dana pensiun diharapkan dapat terus tumbuh dan memainkan peran strategis dalam sistem keuangan nasional.

Kinerja Aset Dan Target Pertumbuhan

Lebih lanjut, Firmansyah membeberkan kinerja pengelolaan dana DPLK Avrist hingga akhir 2025. Per 31 Desember 2025, total dana kelolaan DPLK Avrist tercatat mencapai Rp1,32 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,26% secara year-on-year.

Capaian ini menjadi modal awal yang kuat bagi perusahaan dalam menatap 2026. Sejalan dengan proyeksi OJK dan strategi yang telah disiapkan, DPLK Avrist menargetkan pertumbuhan aset kelolaan yang lebih tinggi pada tahun ini.

“Untuk 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan aset kelolaan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 12,42%, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” ungkap Firmansyah.

Target tersebut mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap prospek industri dana pensiun yang semakin positif. Dengan dukungan literasi keuangan, transformasi digital, serta pengelolaan investasi yang disiplin, industri dana pensiun dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang secara berkelanjutan pada 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index